SDN. Bulak Rukem I-258
Surabaya

Lagi-lagi aku melihat tulisan itu di luar gerbang. Yak! Yang artinya aku sudah selesai sekolah. Umurku saat itu setara dengan umur anak 5 SD lainnya, yang bisa sekolah karena diantar, dan bisa pulang karena dijemput. Mungkin tidak semua anak 5 SD butuh antar-jemput kali ya, tapi jarak sekolahku ke rumah lumayan, sekitar 2 km.

Karena masuk siang, otomatis pulangku sore. Hujan turun sangat deras, dan pukul setengah enam aku belum juga ada di atas kasurku, lalu nonton tivi sampai lupa waktu. Malahan aku masih di bawah genteng, gentengnya teras wartel sebelah sekolah. 
"Ini tumben-tumbenan ini jam segini belum ada yang jemput," aku sambil ragu-ragu masuk wartel. "Masuk, nggak, nelepon, enggak. Enggak! Ah, nelepon, deh! Tapi kan sayang.. Tiga ratus rupiah.. Ah, enggak!" Iya, maklum.. Jaman segitu uang tiga ratus recehan bisa dapat tiga bungkus jajan merek Top One yang rasanya.... Heummmm..

"TELEPON!" akhirnya aku yang 5 SD kalah dengan perasaanku sendiri. Dasar perasaan..

"Tuuuut... Tuuuut... Tuuuuuuut... Tuuuuut... Tuuuut...," belum juga dijawab. Oke! Lagi! "Tuuuut... Tuuuut... Tuuuuuuut... Tuuuuut... Tuuuut...," masih nggak dijawab. Untung-untungan kalau nggak-adanya-orang-di-rumah-karena-lagi-di-perjalanan-jemput-aku. Nah, kalau pergi ke kebun binatang terus lupa waktu???

Aku coba lagi, dan gitu lagi, sama. Tanpa jawaban.

"Ini terakhir. Awas aja kalo masih nggak dijawab!" entah "awas aja" di sana apa maksudnya. Padahal kalau nggak ada yang jawab, ya bisa apa. Hih! Dasar anak kecil!

"Tuuuut... Ckrek!" seseorang mengangkat teleponnya.
"Walhamdu!! Halo! Aku Ucha! Maaaaa gimana, sih??? Udah mau Maghrib nggak dijemput-jemput! Aku udah pulang dari setengah lima lho! Duh!"
"Iya, ini mama berangkat. Tunggu. Tuuut.. Tuut.. Tuuut..." tamat. Bukan, bukan tamat ceritanya. Tapi tamat hubungan per-telepon-an antara kami berdua.

Karena sudah lega ada yang jemput, aku yang 5 SD itu balik lagi ke teras wartel sambil kena cipratan-cipratan kecil air hujan. Hujannya sih makin terang, tapi capek kaki karena nungguin jemputan yang makin deras.

Yak!
Adan Maghrib udah kedengeran. Jaman segitu adan Maghrib di Surabaya berarti penanda waktu tepat pukul 18:00. Tapi belum juga ada jemputan. Oke! Aku baik-baik saja.... Oke!

Duit di kantong sisa seribu. Pas buat nelepon ke Simpati dalam durasi....... 30 detik!
Tuhan. Cobaan apa ini? Sehari aku harus membuang uang Rp 1.300 hanya untuk minta jemputan?? Bayangkan aku bisa dapat 13 bungkus jajan Top One!

Aku masuk lagi ke wartel, dan memutuskan nelepon hape mama.

"Tuuuut.. Halo?"
"Halo!! Ma! Katanya jemput aku??? Manaaa???? Ya Allah aku nunggu sampek kapan lagi????"
"Lho, kamu belum pulang? Tadi maksudku kalo kamu nggak ada yang jemput dalam setengah jam ya langsung naik becak aja. Uangnya di atas kulkas. Mama bingung mau telepon kamu ngehubunginnya ke mana."
"GITU BILANG MAU BERANGKAT JEMPUT AKU!!!"
"Lho? Kapan?"
"KAPAN? Tadi jam setengah enam tak telepon gitu lho!"
"Setengah enam ini tadi?"
"Iya! Sampek jam enam nggak ada jemputan! Duh!"
"Sek ta.. Di rumah lho nggak ada orang dari siang. Mbak nginep di rumah temen, bapak lembur pulang malem, ini adek sama mama. Kamu ngomong sama siapa?"

JDYARRRRRRR!
BLARRRRRRRR!

Ruangan wartel yang banyak pelanggan dan dicat krem itu mendadak sepi menghitam......................



Postingan ini untuk memenuhi #FemindProject edisi #FemindinHorror

10 comments

serem .-. untungnya udh lewat beberapa tahun lalu

Reply

......harusnya saia gak baca ini sekarang, udah terlalu malaaam ;-; jangan-jangan itu tetangga yang nyasar masuk rumah, dan anak orang dikirain anak dia, dan akhirnya waktu dia jemput, dia sendiri nyasar :O #digebukinkakins

Reply

mutiara,
andai kutahu~~~

lika,
justru itu.. jangan-jangan 'mama'-nya masih di sini. :|

daniella,
RASAIN!!!! :)))))
(gebukin)

Reply

itu... ada keluarga setan di rumahmu ins. nah keluarga setan itu juga makek telponmu. pas telponmu berdering dengan manis, si ibu setan yg ngangkat. dikirain anaknya yg nelpon. jadi dia njemput anaknya di sekolah setan.
dan ibumu? nggak tahu kalo kamu nelpon karena telponmu udah diangkat si ibu setan.

Reply

wen,
HIPOTESA YANG BAGUS SEKALIH!!!! (((nangis)))

Reply

kak ins ngomong sama siapa... /jdyar! xD

Reply

sengaja blogwalking pagi2=)))

jadi parno kalo mau nelfon minta jemput.........sms aja /solusi

Reply

hipotesa? hipotesa null ditolak?
*kebawa mata kuliah statistik wkwkw*
*besok UAS wen, kamu malah jalan2 di blognya ins -_-*

Reply

Kind words come from kind heart