02:00 WIB
8 November 1994



"HELLO, WORLD!" mungkin itu kalimat yang cocok jika misalnya seseorang yang baru lahir sudah diberi kemampuan berbicara (((dan yang paling penting sudah langsung tahu bahasa Inggris))).

Yap! Sembilan belas tahun lalu.....
Aku dilahirkan mamaku di kota ini. Di bumi ini. Di ruang lingkup ini.

Siapa yang tahu. Ruang lingkup ini akan aku huni sembilan belas tahun lamanya.
Siapa yang tahu. Insani akan menjadi insan yang mncapai sembilan belas tahun lamanya.
Siapa yang tahu. Nyawaku masih menghuni di badanku sembilan tahun lamanya.

Dan siapa yang tahu..
Setelah sembilan belas tahun lamanya....
Akan ada apa.

"Tuhan adalah gamer sejati, terhebat, ter-ter-ter di dunia." - Ins, baruuuu saja 19, ya iya lah

Perasaan ini muncul lagi. Datang lagi. Ngacak-ngacak lagi.
Antara bahahahahagiaaaaa...
Dan sedih yang sedihnya sedih banget ya iya lah. (lagi mode in "Senam Ya Iya Lah" cari aja di Yutub)

Tiap ulang tahun. Selalu gini. Selalu muncul ini.

Dulu......
Sebelum 17..........
Perasaan gini cuma berbatas di "Aduh. Makin tua. Aku bisa apa."
Tapi ulang tahun ke 17 mengubah semuanya. Lebih tepatnya, nambah. "Aduh. Makin tua. Aku bisa apa. Aduh. Bakal ada apa lagi. Apa lagi. Apa?" terus nangis.

Ini semacam traumatik yang traumanya ya iya lah banget. (halah. Ini postingan melo. Masih sempetnya guyon.)

Oke. Fokus. Mari me-melo-kan diri saat melanjutkan postingan ini.

Ini semacam traumatik yang bener-bener mukul. BAMMMM!! Begitulah kira-kira.

Di 17....
Semua kabar buruk datang jadi satu.
Di 17....
Semua impianku "Nantik, kalok ulang tahunku ke tujuh belas aku bakal....." hangus.
Di 17....
Ah, aku nggak mau ingat 17-ku lagi.

Tapi Tuhan ngasih aku ingatan yang kuat sayangnya. Sayang sekali, Bung!

Ternyata umurku berlanjut sampai ke sini. Ke 19 ini.
Aku sendiri nggak tahu.
Kenapa ciptaan Allah yang paling hebat ini berlalu cepeeeeet banget.

Ya. Waktu berlalu cepeeeeeet banget.
Masih kerasa masa-masa itu.

Laknat. Hitam. Jahat. Suram.
Masih. Masih terasa. Sangat.

Masih terasa pegelnya tangan pas selesai nulis pesan (yang aku pikir) terakhir pas itu.

Yes. Right!
Aku pernah mau bunuh diri yang udah beneran nekad bunuh diri di umur itu. Umur paling menyeramkan itu.
Udah aku siapin di mana, jam berapa, aku bakal bunuh diri.
Udah sejauh itu.

Tapi aku nangis beberapa puluh menit sebelum jam yang aku tentuin datang.
Nangiiiiiiissss...

Men \m/
Sekarang aku juga nangis kalo inget itu.

Tapi punya mereka, itu bikin aku membatalkan semuanya.
Ya, mereka;
BT, Bokeph, SOS.

"Idih. Ins! Kalok kamu masuk surga sih enak bisa lihat mereka dari sana! Kalo enggak? Wong kamu bunuh diri! Mana mungkin ke surga???" dan akhirnya aku memutuskan untuk melihat mereka lebih lama. Bener. Dalam artian, aku gagal bunuh diri.

Nggak tau. Itu kabar bahagia. Atau sedih yang ya iya lah.

Intinya....

I DO HATE MY NOVEMBER 8TH!!

Aku bener-bener terpuruk masa itu.

Lalu, kalau kamu bertanya, "Tapi kan cuma di 17, Ins. 18 enggak. Jadi udah jangan takut."

Kamu salah. Sisa-sisa perkara di 17-ku berlanjut ke 18. Dan aku anggap selalu ada 'SURPRISE PARTY' tiap aku ngelewatin ulang tahunku.
Aku benci ulang tahunku.
Sangat.

Tuhan...
Kalau Tuhan punya blog juga....
70% postingan ini aku tujukan untuk Mu.
Tuhan...
Walaupun baru aja kita sudah bertemu di dalam doaku.

Aku mohon. Kabulkan doaku yang barusan itu. Hentikan semua 'SURPRISE PARTY' darimu di tiap kelarnya ultahku.
Aku nggak tau, Tuhan..
Setelah 19 ini akan ada 'PARTY' apa lagi.
Setelah 19 ini akan se-terpuruk apa lagi.
Aku nggak tau.

Tapi asal Tuhan tahu, yang pastinya Tuhan sudah tahu.

Kalok Tuhan berniat ngasih aku 'SURPRISE PARTY' yang lebih surprise lagi...
Ya Tuhan...
Lebih baik jangan.
Aku lemah sekarang.
Nggak sekuat 17 lagi.
Aku takut.
Kamu yang memberi aturan bunuh diri itu dosa.
Aku takut dosa, Tuhan.
Takut Kamu marah.

Tuhan....
Aku mohon.
Jika memang Kamu mau ngasih aku 'PARTY', banting setir saja ke PARTY yang tanpa tanda petik. Ke party yang memang party.
Party. Pesta. Yang identik dengan kebahagiaan.
Ya. Kasih aku kebahagiaan saja.

Hah. Tapi siapa aku kan ya, Tuhan? HAHAHAHAHA!!.

Tuhan, kalok yang lainnya bikin list orang-orang yang baik yang sudah hadir ke kehidupannya secara grambyang, aku mau bikin bertele-tele dulu.

Begini.

"I love November 18th so much because in this day 19 years ago. God created you." - Fre, 18 aja belum, my lovely-lolly-dolly-polly-halah friend but sister (?)

"Nggak, Ins.. Itu kan 17. Yakino kalo 19-mu baik-baik saja." - Ratih, 18 lebih, friend but bibi'

"Kalo kamu mikir susah, ya susah. Wes. Jalani aja. Kamu lho punyak kita." - Nadya, 18 plus, friend but donad

"Wes talah, Ins. Sabar. Iya, bener Nadya." - Herdiana, 18 lebih-lebih, idem

"Heeee.. Hidup itu enak. Lek nggak lak kamu nggak ketemu kita!" - Bokeph, umurnya macem-macem, gendeng

"KAN ADA KITA!!" - cewek-cewek ekstrim SOS, ada yang 17, 18, 16, ini bakal kebanyakan kalo ditulis satu-satu

"Ndak ada masalah yang terlalu besar untuk orang yang besar hatinya." - mas Bryan, 21sebelum Masehi, kakak kelas rasa adek kelas yang baru aku kenal baru-baru ini ya iya lah

You know, God?
That I....
Uh, I know You have known exactly.

HELLO, 19!!
:")

2 comments

Kind words come from kind heart