HELLO, WORLD!!!!!!
Sekarang aku sudah jadi anak-kuliahan-semester-ganjil-perdana lhooooooooooo..
Ucapkan selamat padaku. Karena aku sendiri tidak mengucapkannya.

Apa, ya..
Postingan ini bakal panjaaaaaaaaaang banget kayaknya. Dalam seminggu ini banyaaaaaaaaaak banget yang harus diceritain. Diluap-luapin. Kalo biasanya aku bisa maen ke rumah Fre, dan kemudian meluapkan di sana, dan tidak semua di Tanpa Suara..
Kali ini nggak bisa (((semoga temporer))).  Makanya, aku puingiiiiin bagi-bagi cerita semua-semua-semuanya!!!!

Dimulai dari...................
Kost.
Yes.
Im a actually officially truly anak-kost-yang-harus-berhemat-dan-membawa-tas-jinjing-berisi-banyak-baju.
Berawal hari......... MINGGU. Yes. Minggu, 1 September 2013. Aku siang-siang dateng ke kost, bawa segala baju yang diperlukan untuk ospek seminggu ke depan. Perasaan “kayaknya ada yang ketinggalan nih” terus menghantui.

Dan sekaraaaaaaaaang.. Udah kelar ospek, dan aku kehabisan baju, dan aku masih di-kost-an.

Tanggal 1 itu nggak sempet nata apa pun. Sama sekali nggak sempet. Itu aja udah telat kerja kelompok buat ospek kok.
Ospek dimulai besoknya, tanggal 2. Jam berapa, Kawan-kawan???? YES. Jam 5 pagi!!!!
Terus begitu sampe ospek kelar. (ah, jangan ngeluh.. panitia bangun jam 3 malahan, Ins!!)

Seperti layaknya ospek SMP, SMA.. Suruh bawa ini.. Itu..
Tunduk terhadap sie ketertiban, guyon bersama pendamping (sebut saja sie pemandu). GOT IT?

Banyak hal yang aku dapet di sana. BANYAAAAAAAAAAK.. BANGET!!
Mulai dari temen, kepribadian, yes. Lebay atau tidak.. Secara tidak langsung aku mendapatkan pelajaran kepribadian di sana.

Aku dapet kelompok 10.
Kelompok yang...... aduh. Aku nggak tau harus aku komenin apa. Kelompok yang............. Aduh. Aku nggak tau harus aku komenin apa. (iya, sengaja diulang biar greget)
MEREKA ITU TOTALLY ROCK AND ROLL!!!! \m/

Di hari pertama aja udah nggak karuan guyonnya, udah kayak temen lama yang tiga tahun nggak ketemu. PADAHAL HARI PERTAMA DIPERTEMUKAN!

Mungkin, awalnya aku sempet ngeluh ke Fre (((lagi-lagi dia -_-)))
“I HATE NEW PEOPLE!” yes. I did it. But........ It was in English class. When masa sebelum ospek alias kepenasihatan. Mereka semua nggak asik. Pada pingin jadi numero uno.

You got it, huh?
When you bersama people that wanna be orang nomor satu but they just look like a sok person.
There’s a difference between natural-person-with-number-one-soul and sok-person-who-wanna-be-number-one.
GOT IT?

Yes. And much-many-more in my English class. And that was still in hari kepenasihatan lho padahal.

Aku diem di sana..
Temen-temen sebelah pada rempong cyin kenalan satu sama lain.. Aku dieeeem aja. Tetap sigap sempurna hadep layar. Hadep dosen. Buka hape, sms Fre ya itu tadi, “I HATE NEW PEOPLE!!!”

Aku nggak tau..
Perasaan sedih-senang bercampur jadi satu semenjak aku menerima pengumuman aku adalah calon mahasiswa Unesa.
Aku nggak mau Unesa awalnya..........
Maksudku bukan prioritas.

Prioritasku Unair.
Jurusan Komunikasi.
Banyak temen SMP, SMA di sana.
Deket rumah.

That!

Tapi apa?
Oke. Kemudian aku bersyukur..
Banyak yang harus ke swasta dengan lebih berat-berat-berat hati karena gagal di berbagai test menuju PTN.
Oke. Kemudian aku bersyukur..
(tetep diulang)

Tapi rasa syukur itu biar imbang.... I dont know how to explain what I mean.
Intinya rasa syukur yang SENGAJA aku munculkan itu.. Aku imbangi dengan menjadi pendiam. Males ngomong. And always think if everyone around me are strangers.
“I dont hate you. But I dont interest to you. "

Like that.
Sombong memang. Angkuh memang.
Who am I?
Seleb? Cantik? Famous? Ok? Pinter? Pemilik kampus? BIG NO. I admit. I knew.

Tapi ya itu tadi.
Rasanya ada sesuatu yang tidak imbang jika aku HARUS bersyukur dan aku masih DIHARUSKAN ramah pada tempat di mana aku DIHARUSKAN bersyukur tadi.
Mudeng nggak, sih? Ruwet, ya? :|

Jadi gini..
Keterima di Unesa ini...........
Bukan prioritasku. Aku sedih.
Tapi aku DITUNTUT untuk bahagia. Untuk menyukuri. Thats God’s way, people nowadays said.
Oke. Aku bersyukur.
Tapi jangan lagi tuntut aku untuk bersikap ramah. Open. Welcome. Di sini.
Thats not fair for me. Terlalu banyak tuntutan.

Jadi, biarlah aku menyikapinya dengan sikapku.
Jutek. Diem. Cuek. Whatever you did. Whatever I did.

Pikirku gini, kalo dengan ‘sikap baruku’ ini aku nggak dapet temen.........
Oke. Nggak masalah. Terlalu kecil permasalahan nggak punya temen dibanding prioritas utama nggak tercapai.
Hah. Im heroine.

TAPI NYATANYA????????
Aku nggak dapet temen cuma berenti in English class. Mereka ‘menyerah’ lihat orang angkuh macem aku.
Aku diem, mereka diem.
Kelar.
Cuma tau sebatas NIM dan nama lengkap (nama marga jika ada).

TAPI DI OSPEK??????
I GOT KELOMPOK 10!!
Mereka bukan manusia tukang nyerah!!
And thats my box!!
Sama aja. Dikelompokkan dengan kelompok 10, sama aja. Awalnya aku nggak langsung berubah (uh, sorry.. I mean nggak langsung menunjukkan sikap asli yang grapyak—dalam bahasa Indo berarti ceria). Sama aja. Aku dieeeeem.. Waspada sana, waspada sini.
Sama aja.
Aku mendapatkan ‘kotak-ku’ juga di hari pertama dipertemukan dengan kelompok 10.
Dan itu yang nggak aku dapatkan di hari pertama dengan my friend in English class (yang seharusnya jadi temen sampe 4tahun ke depan).

We did everything together!!!!
Tugas ngebut, apa-apa joinan, apa-apa di-koordinir, apa-apa ayok kumpul, apa-apa ketemu hampir 24jam!

Masuk jam 05.00 pulang jam 17.00
Itu pun kalo nggak ada hal yang harus dirundingkan lagi. Tapi mustahil. Setiap hari ada tugas, dan otomatis kalimat barusan, kalimat “nggak ada hal yang harus dirundingkan lagi” cuma bernilai 0. Kami selalu ada hal yang harus dirundingkan. -____________- *selepet kakak-kakak Ketertiban

Jadinya?
Sekitar 18.00 (bahkan lebih) baru bisa nyopot baju di kamar. *tarik napas panjang banget

Tugasnya? Kelompokannya?
“Jam 19.00 nanti kumpul di rumahku ya, kayak biasa.” sms si Sholeh pun dateng.

YESYESYES.
Jam 7malem harus udah keluar kamar lagi..
Tugas baru selesai jika memang waktunya jam malam dari bapak kost-nya Sholeh (ketua kelompok kami) selesai. Karena kami nggak mau diusir lagi kayak hari pertama di kost Sholeh. #kemudianngakak

Sekitar.........
22.00

Yes.
Then, what?
Aku bersih-bersih semuaaaaaaanya dan langsung tidur sekitar 23.00
BERAPA JAM AKU KETEMU KELOMPOK 10????
Yes! BENER BANGET!
Pasti UAS Matematikamu 101!

Kelompok 10 itu anugerah.
Dari Tuhan Yang Maha Esa kepadaku seenggaknya biar Unesa nggak buruk-buruk amat di mataku. Begitcuuuu~

Di sini apa, ya.......
Unesa. Universitas Negeri Surabaya.
Justru Mahasiswa Surabaya-nya (hampir) nggak ada.
Iyes. Semua dari daerah yang dalam bahasa Inggris dipanggil “village”.

Didnt you know how the life in that place?
Sopan santun dijaga.. Ngomong sesama temen pake “sampeyan” yang kalo di-Indonesia-in itu “kamu” tapi dalam tingkatan 2 level lebih sopan.
Bayangkan!
Sesama temen!
Jadi “sampeyan” itu semacam “Anda”, tapi lebih rendah gitu.. Cuman tetep di atas “kamu”.

Paham, kan? :”)

BOOOOOOOOK....
Sedangkan hampir 20tahun (etjie, akhirnya nggak ngaku 16tahun lagi) aku hidup di Surabaya, di sini ngomong sesama temen pake “Koen” atau “Kon” gitu. Yang kalo dalam bahasa Indonesia itu setara dengan...................... Nggak ada. :|
Karena “Kon” lebih-lebih rendah dibanding “kamu”.

Itu.
Surabaya.
Itu.

Guyonannya juga bedaaaaaaaa..
Di Surabaya, aku mau ngomong “eek!”;  “Apa? Panjang?”;  “Waw.. Lembek...”;  “Yang basah memang lebih enak..” thats no prob anymore!
Nggak dihubung-hubungkan sama sekali dengan kerudung.
Malah ngakak bareng, nimpali lagi, nambah-nambahi.

Tapi di sini, di Unesa..
Aku nggak bisa.
Bukaaaaaaan.. Bukan sedih karena nggak bisa guyonan jorok gitu..
Tapi sedih karena HARUS mengubah tata cara guyon.
No freedom.
Itu.

Nggak merdeka itu enak nggak, sih? Nggak, kan? Naaaa get it!

Ada sesuatu yang hilang gitu.. Ada yang ganjil, tapi terlihat genap. Ada yang seperti desimal, tapi sudah bulat. (ini kenapa jadi begini)

Aku nggak tau......
Aku aja yang thinking too much. Atau apa. Wotever.
Diterka, “Mungkin karena kamu jauh dari keluarga, adik, orangtua?” big nooooo..

Thats unnecessary for me.
Aku sering nginep di rumah Fre (tuh, kan.. Dia lagi -_-)
Aku sering ditinggal bapak layar
Aku sering ditinggal mama kerja
Aku sering ditinggal adik-adik pergi sekolah
Aku sering........................... jadi satpam rumah.

So what?

Nggak apa.
Aku bukan anak-manja-butuh-orangtua-dan-adik-adik-yang-katanya-tercinta. Bukan.
Itu bukan aku.

Aku pernah semingguan gini juga nggak di rumah.
Pas memasuki masa-masa kelam itu. Ha.. Ha.. (--,)
Malah pas itu tanpa kontek, tanpa duit cukup, tanpa mengetahui selanjutnya harus bagaimana untuk hidup.

But thats no prob for me, once again!

Tapi tetep aja.
Ini tadi.... Sore ini.........
Sambil mandi (jangan bayangin adegan mandinya, ya!)
Aku nangis. Cuman netesin air mata gitu beberapa kali. Kalo orang Jowo bilang, “Mbrabak”.
Terus aku usap pake telapak tangan yang masih penuh busa sabun. Kemudian tangis makin menjadi. Kemasukan sabun, Boook! #lah #gagalgalau

Enggak.. enggak.
Serius.
Aku nangis netes gitu tadi sore.

Aku nggak tau. Apa pastinya yang bikin aku nangis. Aku bener-bener nggak paham.

Mungkin, karena aku harus nerima kenyataan karena ini adalah kotak baru-ku yang diisi oleh sedikiiiit sekali orang-orang 'di kubuku'? Bisa jadi.
Mungkin, karena ini bukan dunia prioritasku? Bisa juga.
Mungkin, karena aku harus meninggalkan segala-ketidak-mandirian-untuk-pergi-ke-toko-depan? Wah, ini!

Tapi yang jelas, ini ya ini.
Tuhan itu gamer sejati. Dan biarkan Dia memenangkan segala permainan yang Dia ciptakan sendiri.

Thanks, God..
Wait me with other stories.............

5 comments

CIE AKU MAMPIR KE BLOGMU LAGI LOH!
aku juga mahasiswa baru loh. kasih selamat ke aku juga dongg

aku juga galau. sempet nangis juga. apalagi jarak rumahku ke UGM sekitar 200an kilometer. tapi kalo dipaksain pulang, bisa pulang sih. hahaha :D
aku ngerasa kuliah nggak enak ._. anak sekelas pada "gitu" semua. tapi aku baru kuliah sehari kok, jadi aku positif thinking ajadah, ya mungkin seminggu lagi keadaan udah berubah. wkwkwk :3

anak yg asal daerahnya sama kayak aku kuliah di UGM? dikit ._. komunikasi sama mereka aja pake pesbuk ahahaha. jadi jogja ini daerahnya bingungin banget. aku tanya sama temanku "kamu kos dimana?" dia bilang "di daerah A." dan aku gaktau itu daerah di mana. terus dia tanya juga aku kos di mana, aku jawab di B dan dia nggak tahu juga B itu dimana. tobat ah ._. marilah lupakan teman satu daerah (yang kuliah di satu kampus tapi nggak tahu dianya ada di mana) dan mulai berteman sama yang dekat-dekat muahaha :D

eh tapi yang eek eek itu seriusan jorok banget :3 mungkin bercandaan macam itu cuma pas diucapin buat yang udah akrab aja. lagian mereka kan juga masih maba ins, masih jaim lah. coba ntar kalo udah sekian tahun jadi teman, ajakin bercanda gituan. mereka pasti udah nggak jaim :)

*sok bijak, padahal diri sendiri juga galau*

HIDUP MAHASISWA (baru) INDONESIA!

Reply

tjieeeeeee mampir tjieeeeeee

kamu yakin segitu banyaaaaak kamu baca semua??? kamu emng mahasiswa baru atau orang gila baru? *diseplak

sebelumnya makasih saya ucapkan.....

oke. MAKASIH WENNYYYYYYYYYYY UDAH MAU BACAAAA

eniwe 200km itu penggaris butterfly dijajar berapa kali? :|
iya, mungkin emang harus positip lahya.. tapi entah kenapa di sini itu beda sama masa-masa sekolah sebelumnya..
nomer satu ya pasti karena didominasi BUKAN anak sini. makanya, lama banget buat nyambung.

ini udah hari ketiga lho aku di kelas. tapi teteppppp aja masa bodo. entahlah.. i dont know kelasku ini kenapa.. :((((

Reply

pas aku komen ini, aku udah kuliah 3 kali dan aku baru kenal 10 anak di kelas. dari 70an anak di kelas, nggak ada anak lain yg asalnya dari daerah pati dan sekitarnya yg masih pake dialek kepati-patian gitu. jangankan di kelas, satu fakultas aja sama sekali nggak ada yg asalnya dari daerah sekitar pati. paling deket anak semarang yg bahasa sama sikapnya udah beda :D

aku masih positif tingking kok. mungkin bulan depan keadaan udah berubah :)

HIDUP MAHASISWA (baru) INDONESIA!

Reply

iyaaaaaaaaaa.. :(
aku juga positip kok. *kemudian nangis *kejer

tapi buat 'merasuk' itu lho yang bikin pegel, lebih susah dibanding kalo sesama domisili.

beda domisili sih nggak apa, kalo anggota femind~~ #eaaaaaa #endingnya

Reply

udeh udeh, gue pindah unesa aja nguahahaha :D

Reply

Kind words come from kind heart