Memasuki malam yang menyusahkan.
Iya, menyusahkan.
Entah harus senang, tertawa, gembira, ceria, menari atau
sedih, menangis, murung, sendiri, merenung?

Besok udah nggak sekolah.
Besok apa??????

Iya. Nggak sekolah.

"ENAK DONG LIBURAN!!"
Nggak. Jujur aja, nggak. Nggak enak. Iya, tapi enak. Tapi nggak.
Ah, kan bingung..

Tadi pagi baru aja nyampe Surabaya. Kalo bahasa gawl-nya, "touch down". Menyentuh ke bawah. (?)

Dan menyadari diri sendiri nggak nugas, nggak harus megel-megeli badan buat persiapan besok pagi. Cukup nikmati kasurku, bantalku, guling juga.

Tapiiiiiiiiiiii............
ITU BUKAN LIBURAN. Sekali lagi, bukan-liburan!

Itu tanda perpisahan. Alarm bahwa bukan-saatnya-kita-sama-sama-lagi.

Di dalem kelas.

TUHAAAAAAAAN.....
Aku tahu aku udah sering curhat tentang ini. Di sini.
Tapi belom puas. Belom plong, blarrrr.. Belom. Entah.

Seperti marah tapi tak marah. Pada takdir. Tapi nggak. Ini waktu. Tuhan pun bersumpah demi waktu.


Thanks, God. For everything. For gave me the-always-happiness-classes. For not made true my "jika".

Jika.

2001. Jika saja mama nggak telat datang ambil formulir pedaftaran SDN Kedinding 2, mungkin aku nggak akan pernah merasakan tragedi Kenjeran, undangan sunatan, UN pertama, bersama 6A-nya SDN Bulak Rukem 1.

2007. Jika saja rank-ku bergeser tujuh nomor saja menuju SMPN 15, mungkin aku nggak akan pernah merasakan tragedi rumah Dodo, maen tolet terigu hasil beli di kantin cuma setengah ons, UN kedua, bersama 9F-nya SMPN 9.

2010. Jika saja hasil keinginanku dikabulkan untuk diterima tes SBI, mungkin aku nggak akan pernah merasakan tragedi SPOK, ditungguin plus diangkatin koper padahal aku yang telat menuju Bali, UN terakhir dalam hidup bersama SOS 1-nya SMAN 6.

YES. God knows what the BEST is.
NO. Time doesnt fly.
YES. I lie.

Post a Comment:

Kind words come from kind heart