Hello, Tanpa Suara...
Good morning...

Kali ini aku mau openingnya melo aja, ya. Biar kek musisi cewek Indonesia, Melo Goeslaw. (iya. oke. melly.)

Kamis ini,
aku,
kami,
mereka,
para siswa pra-UNAS 2013 bagian dari keluarga Smanambaya,
harus mengakui K-E-H-E-B-A-T-A-N--W-A-K-T-U.

Apalagi kami, anggota kelas Sosial atau kami menyebutnya "arek SOS". Selalu angkuh--menganggap diri paling solid, paling kompak, paling berkuasa, paling asik, paling paling lah--tetap tunduk pada itu tadi,
KEHEBATAN WAKTU.

Se-solid apa pun kami,
se-berkeluarga apa pun kami,
se-tidak-mau-berpisah apa pun kami,
WAKTU BERKUASA.

"DEMI WAKTU".
Bahkan Tuhan berkata "demi" kepada waktu. "Demi". Sumpah.

"Aku nggak mau misah!"
"Kita tetep bareng, ya!"
"Jangan lupain aku!"
Oke, iya. Aku akui, itu bisa terlaksana (selama masih hidup).

Tapi tunduk saja lah..
Bukankah, kita-tetep-bareng-ya itu hanya akan diwujudkan dalam bentuk badan?
Badan.

Bukan keadaan.

Nggak akan ada lagi keadaan dimarahin guru, di-ciye-in temen sekelas, di-apasih-in temen sederet, dipotoin iseng pas tidur dalem kelas, diteriakin pas nyanyi-nyanyi geje sendirian, di-ayo!-ayo!-in pas kita kudu maju, di-sssst-in buat ditanyain nomor satu jawabannya apa (bahkan soal belom kebaca).
NGGAK AKAN ADA LAGI.


 KEHEBATAN WAKTU.


Badan boleh masih capcus bareng,
tapi guru enggak.
Badan boleh masih teriak bareng,
tapi kelas enggak.
Badan boleh masih sedih bareng,
tapi ujian enggak.
Nggak ada lagi itu...

Nggak ada lagi, "Kamu dari kelas apa, Mbak?"


Sedih???
HAH! Enggak lah! Aku seneng banget misah dari keadaan kayak gitu!

Kalo aku gila.

TAPI AKU NGGAK GILA!


Ini ketiga kalinya aku menghadapi UNAS.
SD,
SMP,
SMA (akan).

Ini ketiga kalinya aku patah hati,
terima kenyataan,
memisahkan (atau malah dipisahkan?) dari cintaku.
Kelasku.

Alay?
Lebay?
Terserah.
Aku cinta kelasku. Aku cinta mereka. Aku cinta aku bersama mereka, kelasku.

Jika kamu anggap ini alay, lebay,
mungkin di otakmu terbesit CINTA ADALAH hal yang muach-muach? Hal yang udah-makan-belom-sayang?
Haha.
Dangkal.

Cinta itu kan sendal jepit.
Keliatannya gitu-gitu aja, tapi banyak model.
Iya. Akui aja.
Atau perlu aku belikan sendal jepit?

Kembali ke UNAS.

UNAS.
Bagi kami arek SOS, "UNAS itu kata tabu, pamali, kudu disensor kalo mbahas itu." haha. Iya. Emang.

Kenapa?

Karena dia kita degdegan,
karena dia kita keringetan,
karena dia kita jadi sangat minim leptopan,
dan karena dia...............
KITA DIPISAHKAN.

UNAS nyebelin!
Semoga digigit kuda niil!!!!

UNAS nyebelin,
SOS nyenengin.

MUACH!!
I love WE.
Yes, "WE". Not "us".

Because, us is we as object. But WE???
WE is we as subject. Capital.
Capital-subject.

Who is WE?
WE is we. WE is they and I. WE is SOS.

 I love WE.

Post a Comment:

Kind words come from kind heart