Selamat pagi agak siangan!

Ini baru bangun langsung ngidupin leptop, lhooooo.. WAW. Keren, kan? KOPROL, DONG!

Semalem yang agak pagian (?) nggak ada maksud apa-apa bukain Yutub. Karena apa-apa yang pingin didonlot udah kedonlot. Jadi sempat terjadi tatap-tapan yang lama antara aku dengan leptopku....
*hujan pun datang *syuting bubar


Nah! Mendadak kepikiran sama artis Hindi yang (dulunya) cantik. Ehm, misal ada yang baca ini dan tersinggung.. Aku mohon maap lohya. Ini hanya opini saya. :)

Sebut saja......................................... *drum roll *dua tahun kemudian

RANI MUKHERJI!

Luar biasa kan, cantiknya? Ini pas jadi Tina tahun 1998 masih di KKHH - Kuch Kuch Hota Hai. (i know every Indonesian knows it)

Nah, karena aku sering lihat juga film-film mbak ini (?) di tahun 2000-an yang tidak secantik itu....
Aku jadi penasaran. Apa sih yang bikin gitu? Makanya iseng-iseng aku ngumpulin poto closeup si mbak dari scenes yang ada di KKHH sampe di filmnya yang tahun 2007 (di film 2007-nya dia cantik, tapi 'ada yang beda' dengan cantiknya Tina di KKHH itu)

INI PADA NGEDONG NGGAK SIH, AKU CERITA????? -____________-

Oke. Lanjooot..

Akhirnya.. Aku bukalah Yutub dengan keyword, "Betapa Cantiknya Insani". YA NGGAKLAH!
"Kuch Kuch Hota Hai". Di mana aku udah bentak-bentak diri sendiri: harus lihat scene pas Tina dateng doang. Harus cuma itu! Jangan merentek ke lain-lainnya! Apalagi satu film full dilihat semua! Jangan!

Nemu lah scene ini.




Dan merentek......




 (scenes awal)




(scenes semi akhir)


(secene akhir)

("merentek" menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Ins: suatu kegiatan yang niat awalnya apa, malah jadinya nyebar ke yang bukan niat awal tadi - nggak mudeng? - sama)

Tuhaaaaaan....
Aku malah kelabakan nyari scene awal. Scene pembuka.

Di mana Rahul ada di depan kayu-kayu dibakar (yang artinya itu pemakaman) sambil berlinang air mata.
Berlanjut ke Tina yang sedang menghadapi masa-masa terakhirnya. (kaaaan???? Merinding, kan???? Ini ngetik aja jadi pingin nonton lagi -_____-)

AKU NANGIS, BOOOOOOOOOOOOO! NANGIS!!!!!!!!!
Terus aku merentek ke episod semi-akhir...........................

AKU NANGIS LAGI, BOOOOOOOOOOOO!! NANGIS!!!!!!
Masih merentek ke episod benar-benar akhir...............................

Aku nangis.
GILA!!!!!!!!!!

Ini film gila!!
Padahal... Teritung terakhir nonton itu sekitar dua bulan lalu dengan nangis yang di atas superior (lukate tes IQ???)

Dan sekarang masih nangis dengan rasa yang sama. Dengan kadar air mata yang sama (iyeee.. aku kalo nangis sekalian bawa gelas ukur...)

Dengan deg-degan yang sama (...sambil bawa stetoskop)

Dengan rasa cenat-cenut yang sama.

Ternyata kaki-ku kejepit spring bed.................. #gagalgalau


Aku langsung sms Fre!! Dan teriak-teriak di sms!! (???)

Aku nggak tahu.. Aku nggak tahu....
Jadi aku ini punya sindrom yaitu aku-tidak-mau-menonton-suatu-film-yang-sudah-pernah-aku-tonton-karena-takut-masih-merasakan-rasa-yang-sama-pada-film-tersebut-dan-masih-bikin-deg-deg-an.

Misal
Titanic (ini emang mendapat julukan Movie of All Time)

Kabhi Khushi Kabhie Gham

Why Why Love - Episode 14 ke atas (ini semacam drama yang berepisode, sih -_-v)

Rush Hour series

dan pastinya

Kuch Kuch Hota Hai


Dari 5 film di atas, emang yang paling SO NGHH itu ya Kuch-Kuch. Lhawong yang ada di post ini emang film itu..
Setelah diamati, rata-rata yang jadi movies of all time itu yang sedihnya berkadar 70% ke atas, ya? Iya. Emang.
Tapi khusus Rush Hour series itu 88% komedi nggak keruan!!!! KHAKH!
Dan tetep masuk movies all time-ku.

Film-film sepanjang masaku dengan kadar >70% kesedihan itu lah yang masuk ke dalam aku-tidak-mau-menonton-suatu-film-yang-sudah-pernah-aku-tonton-karena-takut-masih-merasakan-rasa-yang-sama-pada-film-tersebut-dan-masih-bikin-deg-deg-an itu tadi.

Sekalipun mau lihat lagi, palingan cuma berani lihat bagian tertentu dan sedang dibutuhkan. Udah bener-bener takut untuk lihat bagian yang DEG-DEG-AN-NYA ta'ala.

Tapi untuk Kuch-Kuch..
Aku melihatnya tadi dini hari. T________T9
Jembatan mana jembatan............................................................. buat jemur baju.

Balik ke Kuch Kuch.

Apa, ya.... Gimana, ya........
Jadi gini. Kabhie Khushi dengan Kuch Kuch kan emang sama-sama film Hindi.
Dengan sutradara sama.
Dengan tokoh utama sama.
Dengan kadar sedih sama.

Tapi mereka itu punya 'KADAR RASA' yang bedaaaaaaaaaaaaaaaaa..!!
Sumpah deh, sumpah!
HARGH! Aku bingung. Aku pingin luapin rasa 'anu'-ku ke Kuch-Kuch, tapi aku bingung ngungkapinnya.

Kuch-Kuch Hota Hai:
Dari cara openingnya, mengobrak-abrik alurnya, menguatkan watak si tokoh, Karan Johar (sutradara film tersebut) bisa bener-bener bikin aku tetep kelabakan kalo habis nonton KKHH ke-entah-berapa-kalinya.

KKHH:
Bikin aku kepingin ketemu tokoh dalam film: Rahul, Anjali kecil, Anjali besar, Aman.
Bikin aku sedih karena nggak akan pernah bisa ketemu satu tokoh. Tina.
Bikin aku bayangin se-ngebayang-bayanginnya kalo aku yang dapat surat di tiap ulangtahunku dari orang yang aku sayang yang sudah ninggalin aku.

Itu semua nggak aku dapet di film KKKG. Di film itu aku belum sampe pingin ketemu TOKOHNYA. Masih di tahap pingin ketemu PEMERAN TOKOHNYA. #yeach #ifyouknowwhatimean

Kalo KKHH, itu hidup. Bener-bener hidup. Alurnya, semuuuuuuuuuuuuuuanya. Hidup.

Entah aku yang lebe atau bagemana..

Apa film sepanjang masamu?

1 comments :

weehh aku maleh pingin nonton KKHH maneh Ins T_T
Mbak Tina uvwayuuu :3

Reply

Kind words come from kind heart