Helo, Bunny....! (ini anak kecil yang di iklan susu balita itu lho)

Kemaren lagi iseng-iseng berhadiah bikin sebuah karangan Bahasa Indonesia yang mendapatkan banyak apresiasi dari banyak kalangan. NGGAK LAH!

Jadi.... Kemaren itu emang ada pelajaran Bahasa di kelas. #yesriver #mosodikantinterdekat
Kala itu guru kami menyuruh membuat sebuah berita dengan tema "Kemarau Panjang".
NAH! Temen belakangku yang bernama ***z (nama disamarkan) dengan akun Twitter @ineziamo (mungkin kelak dia akan lebih dari @agnezmo) lagi gila. Entah lagi kekurangan obat, atau malah overdosis. ENTAH!

Mendadak dia manggil aku sambil peringas-peringis, dengan seklebat gerakan meliuk-liukkan bolpoin di atas secarcik kertas binder. Kemudian Inez (eh, maaf. tadi niatnya nama disamarkan kan, ya?). Oke. Ulang.

Kemudian ***z salto 3,7 kali di depan anak-anak dengan membawa obor pembukaan Olympic beberapa minggu lalu... NGGAK LAH!

Kemudian ***z berkata, "J, ini terusin." ( J adalah nama panggilan hamba di sekolah)
Dan secarik kertas pun berpindah tangan.

Aku baca beberapa saat.. Terkadang terselingi oleh tawa-tawa renyah dengan sedikit bengek saat membaca bait-bait tulisan ***z tersebut.
Kalimat terakhir pun aku dapati.
Dan....
Oke_lah_kalo_begitu.zip AKAN KULANJUTKAN!

Tak gampang untuk melanjutkan karangan Inez (maaf, nama masih disamarkan ya?). Kuputar otak ke kanan dan ke kiri, harusnya kuputar ke arah Barat Daya sedikit.

Oke.

Karangan hasil kolaborasi aku beserta ***z pun selesai.

Begini hasilnya:




Bagaimana? Lucu? Atau sangat lucu? APAAA? Nggak kelihatan?

Oh, iya. Yasudah. Sini aku ketik aja. Tapi tempo bacaannya 1/4 di nada do, ya? BUKAN. Tempo bacaan-nya harus cepat. Biar lucu. Kalo tempo-mu udah cepat tapi tetep nggak lucu,

Jangan lapor Menteri Pendidikan Daerah. Jangan pokoknya. Bukan apa-apa. Tapi...
YA EMANG NGGAK ADA HUBUNGANNYA!!


Judul berita: KEMARAU PANJANG •_•
Wartawati: ***z dan UJ
    Fenomena kemarau panjang yang terjadi di Indonesia benar-benar mencemaskan. Ironis sekali. Indonesia yang dikelilingi oleh lautan bisa kemarau, bagaimana bisa? Apa penyebabnya? Bagaimana perasaan tanah-tanah yang menjadi korban? Bagaimana dengan petani jagung? Dan jagungnya sendiri? Lalu apa hubungannya dengan satpam kantor pajak? Bisakah Iron Man membenahi fenomena iron-is ini? Apakah bikini 385 Summer Wear-nya Calvin Klein akan diproduksi lagi tahun ini? Lalu apakah Gissel Indonesian Idol jadi menikah dengan Gading Martin? Bagaimanakah perasaan Desta Club 80's? Bagaimana dengan Musdalifah? Apa dia bahagia dengan Nasar? Kenapa Nasar sangat banyak saat musim Idul Fitri? Oh, maaf. Bukan. Saya tidak fokus. Itu nastar. Maksud saya, kenapa Nasar menikah dengan Musdalifah saat Idul Fitri akan berlangsung? Apakah Nasar membutuhkan uang untuk membeli baju baru? Lho, bukannya baju lama tak apa-apa menurut lagu Dea Ananda? Oh ya, lalu Dea Ananda ada hubungan apa dengan Dea Imut? Perasaan, Dea Imut sudah tidak imut lagi. Seharusnya namanya berubah menjadi "Dea Sudah Tidak Imut Tak Apa Apa By Dea Ananda". Aduh. Apalah ini. Otak saya sudah seperti layangan yang kehilangan senarnya: mubat-mabut. Oke. Bye. Jadi itulah dampak-dampak dari kemarau panjang, sangat berbahaya bagi umat manusia. Terutama bagi Sandra Dewi.
     Sekian. Terimakasih.

(Sebenarnya, setelah pelajaran Bahasa selesai.. Saya beserta kru yang bertugas mengucapkan.... BUKAN. Saya beserta ***z membuat satu wawancara resmi dengan penyanyi pendatang baru lagu "Butiran Debu". Namun, postingan ini sudah cukup panjang. Untuk itu, akan saya posting wawancara tersebut terhitung 3,348675 dekade dari...... SEKARANG!)

Bai.

[update (yaelah. Baru juga posting) @ineziamo bermetamorfosa jadi @inezia_ dih. Dasar!]

Post a Comment:

Kind words come from kind heart