"Ndak apa jelek, asal jangan jelek-jelekin oranglain." - Agliman, 27, ahli kejelekan


Oke. Entah kenapa akhir-akhir ini saya 'senang' membahas J-E-JE   L-E-LE   K.
Mungkin begini..
Karena saya bukanlah orang yang 'cantik'. Ndak tau 'dalam', ataupun 'luar'.

Saya akui itu.
"Sesungguhnya saya akui bukanlah saya kamui." Krikk.

Banyak yang bingung dengan KEJELEKAN-nya.
Entah pada sikap, logat, sifat, benda, dan mayoritas WAJAH.
[ehem. Ins lagi bener..]

Gini, yes. Saya kasih tau.

Beberapa hari lalu, saya kumpul tugeder sama temens sayah. Yaiya, masa temen kamuh.
Kita itu.. Kalo kumpul NDAK PERNAH membicarakan keJELEKan oranglain sebelumnya. Paling-paling yes fashion, lagu, blog, twitter, sekolah, deesbe, dsb.

Tapi entah mengapa.. Hari itu MENDADAK kami membicarakan EMPAT ORANG SEKALIGUS!
EMPAT ORANG! BAYANGKAN! EMPAT! Dalam sehari..
[kemudian ada jeda membayangkan di sini..]

Ending-ending-nyaaaaahhh..
Kita mohon ampun kepadaNya dengan mengambil wudhu untuk dilanjut sholat Tahajud. Setelah kami berjalan menuju tempat sholat, dan menyadari ada jam dinding yang masih normal, kami menatapnya.
Jam itu berkata, "Sesungguhnya saat engkau menatap diriku, aku menunjukkan pukul 15.23 Waktu Indonesia bagian Salah Kaprah.."
Kami berhenti sejenak..
Kami resapi apa yang dikatakan jam dinding itu..
Dan kami membatalkan niat kami untuk sholat Tahajud.

Bukannya terbisikkan syaiton..
Tapi itu kesorean.

Krikk.

Setelah kami 'buntu'.. Karena kami tidak mendapat kesempatan untuk sholat Tahajud secepatnya pada saat itu..
Kami pasrah. Duduk lesu dan meramu [?] dan menginstropeksi diri dengan pertanyaan, "Mengapa sore ini kami sampai MENGGUNJING oranglain?"

Oternyata oternyata..
Awalnya dikarenakan salah satu menyletuk; di era globalisasi ini, curhat istilahnya. Satu orang itu menyeletuk.. Masih BUKAN menggunjing. Melainkan CURHAT. [oke. gini terus sampe kapan, Insss? -____-]

Oternyata oternyata..
Kami terkaget-kaget dengan SATU PEMIKIRAN yang kami pendam TERNYATA sama dengan satu pemikiran si penyletuk [?] tersebut. Selama ini, masing-masing dari kami berpikir kamilah yang TERLALU NEGATIVE THINKING.
Ternyata.. Memang begitu aslinya.

Kejelekan demi kejelekan orang pertama yang kami bahas, terkuak sudah.

Saya sampai geleng-geleng. Terus saya menggeleng-geleng kepala seIndonesia. #terBangZar

Dua pertanyaan tentang orang itu, "Kok bisa, ya orang itu punya sifat begitu. Apa, sih yang ada dipikiran orang itu.." geram.

Betul sudah kata Agliman pada quote di atas. [meski ndak tau siapa itu Agliman].
Sekian.

"Ganteng lawannya JELEK. Cantik lawannya JELEK. Bagus lawannya JELEK. Heran.. JELEK ini kok ada di mana-mana." - Cantikoh, 13, pakar kegantengan


"Nggak apa jelek, asal jangan ALAY." - Esque, 17, teman sekelas


"Jelek, bangga? "Astaugfirullah!" Alay, bangga? "Innalillah..!!"" - Hamba Allah, 18, calon da'i


"Alhamdulillah, yah.. Saya sudah sembuh dari alay meskipun tetap jelek." - Syahrinong, 16, mantan alay


"Sesungguhnya jelek itu dibagi menjadi dua hal: 1. Jelek yang bermanfaat   2. Jelek yang menjelekkan." - Bukan Ki Hajar Dewantara, 34, calon Bapak Penjelekan.

"Sahabat-sahabatku yang zuperr.. Jelek itu tidak hanya di wajah. Melainkan juga di hati. Sesungguhnya, hati yang jeleklah yang mampu menjelekkan oranglain." - Maria Tegih, 47, inspirator, mantan pacar pak motivator

4 comments

haduh2 muter2 saya bacanya .. xixixi..
Maria Tegar (sepupu mario teguh) berkata: "jelek jangan dicakap, bagus hendaklah dicontoh jangan cuma kagum saja yah..".

Reply

Lho. Saya yang bikin entri aja duduk cantik, ndak muter-muter. (emaap)

Reply

iseng buka affies nya lettha, nemu blog km...owhhmaigademsii.. saya ngakak guling2 baca postingan km...
- ann, 20, mantan orang jelek. sekarang uda mendingan. tapi kata orang mase tetep jelek! XD *abaikan*

Reply

kak, tentang skin ku, aku dapet ide navi dari http://hafizzulkafly.blogspot.com/ :D

Reply

Kind words come from kind heart